Konbanwa,Minna-san! Masih ingat dengan perkataan saya "Aku
seorang OTAKU, Anime Lovers, NEET, Hikikomori...." di postingan Tentang Saya? Dan setelah membahas tentang Otaku dan NEET di postingan sebelunya, kali ini saya akan membahas tentang Hikikomori.
Hikikomori [ひきこもり atau 引き籠もり], mungkin secara bahasa diartikan sebagai
'terisolasi'. Merupakan salah satu istilah dalam bahasa Jepang yang
berarti seseorang yang memilih untuk mengisolasi diri (menghindarkan
diri) dari kehidupan sosial (kehidupan luar) dan memilih untuk
menghabiskan sebagian besar waktu mereka untuk diam di rumah; kalaupun
ke luar rumah hanya seperlunya saja, misalnya membeli makanan atau
mengambil koran.
Penyebab
hikikomori bisa sangat beragam baik dari lingkuangan sosial maupun dari
pribadi individu itu sendiri. Secara umum, penyebab hikikomori antara
lain beratnya tekanan yang diberikan kepada anak muda untuk menjadi
suskes, penindasan yang dilakukan oleh teman sekolah, beranya persaingan
mencari kerja, dan merasa dikhianati oleh orang-orang sekitar. Karena
alasan-alasan ini, seseorang menjadi sangat stress lalu terjadilah
hikikomori. Hikikomori juga dimungkinkan salah satunya karena budaya
Jepang yang memungkinkan seorang anak tinggal bersama orang tuanya
melewati masa remaja dan juga karena pekerjaan orang tua memungkinkan
mereka menghidupi anaknya tersebut.
Tidak
semua orang yang mengalami hikikomori benar-benar putus dengan dunia
luar. Hal ini terbukti dari beberapa kasus hikikomori dimana orang yang
mengalami hikikomori berhubungan dengan dunia luar lewat chatting.
Namun, biasanya mereka akan berbohong tentang jati diri mereka. Mereka
akan memakai identitas palsu karena mereka beranggaban bahwa diri mereka
yang sebenarnya sudah tidak berharga.
Dalam Anime atau Manga, contoh hikikomori diantaranya adalah :
Tomoko Kuroki (Watashi ga Motenai no wa Dou Kangaete mo Omaera ga Warui!-WataMote),
Hanzou Urushihara-Lucifer (Hataraku Maou-sama!)
Ciri-ciri seorang hikikomori antara lain :
- Dia tidak pernah atau jarang keluar dari kamar atau tempat tinggalnya, kecuali untuk cari makan atau belanja kebutuhan sehari-hari.
- Sering mengurung diri dikamar dan menghabiskan waktunya dengan main game seperti PS atau komputer.
- Dia hanya bergaul dengan orang-orang didunia maya seperti di media social, chat online, atau di game-game online.
- Tidak pernah bercakap-cakap atau bergaul dengan tetangga sekitarnya.
- Mempunyai sedikit teman (gejala awal dari hikikomori)
Dan...masih banyak lagi ciri-cirinya.
Fenomena
Hikikomori ini biasanya terjadi di negara-negara modern tinggi seperti Jepang. Hal ini disebabkan maraknya game-game dan fasilitas-fasilitas dunia maya yang semakin canggih dan menarik sehingga orang-orang menjadi malas dan lebih
memilih untuk diam dikamar daripada bergaul dengan orang-orang disekitarnya. Hikikomori biasanya terjadi pada usia remaja dan pradewasa
( sekitar 15 - 20an ). Soalnya masa-masa ini masa dimana seseorang gamar-gemarnya main game. Hikikomori biasanya cowok, tapi bisa juga cewek.
Akibat dari hikikomori sendiri sangat merugikan dimana seorang
hikikomori menjadi orang yang terkucilkan di lingkungan sekitarnya. Dia
seperti katak dalam tempurung. Meskipun bisa saja dia mendapatkan
keuntungan dari menjadi hikikomori tapi tetap saja dia merugi. Manusia itu makhluk sosial juga yang suatu saat membutuhkan orang lain.

Cara menyembuhkan Hikikomori :
Dari film dan Anime yang saya tonton, dapat saya simpulkan bahwa beberapa cara ini dapat menyembuhkan penderita Hikikomori :
1.) Mempunyai Seorang Pacar.
Jika
kita mempunyai seorang pacar, maka pacar tersebut akan mengajak kita
untuk keluar dari lubang hitam tersebut dan menjadi manusia normal
kembali. Karena rasa cinta, mereka akan membantunya dengan ikhlas secara
bertahap, hingga orang tersebut benar-benar menjadi manusia normal yang
berguna bagi masyarakat
2.) Mempunyai Sahabat.
Sahabat
adalah orang yang paling dekat dengan kita, mereka akan menerima kita
apapun kekurangan kita. Memang susah mencari sahabat jika kita seorang
hikikomori, tapi bisa kita mulai dengan berteman dengan teman kita
sewaktu masa sekolah atau kuliah, bahkan tetangga kita.
3.) Stop Uang Bulanan Dari Orang Tua atau Stop Memberi Makanan.
Setiap
orang pasti tidak akan bisa hidup tanpa makanan, dan untuk mendapatkan
makanan kita memerlukan uang, dan jika kita menginginkan uang, maka kita
harus bekerja. Biasanya yang menjadi hikikomori itu adalah anak dari
orangtua yang berkecukupan, jadi jika kita menginginkan mereka kembali
normal. Caranya adalah jangan memberi mereka uang bulanan (bagi yang
hikikomori terpisah dari orangtua) dan jangan memberi makanan apapun
(bagi yang hikikomori yang tinggal dengan orangtua). Menurut saya cara
ini adalah cara yang paling ampuh.

Memang
sangat menyenangkan melarikan diri dari masalah dan menjadi seorang
hikikomori yang menarik diri dari masyarakat. Semua masalah memang
hilang, tapi itu tidak benar-benar hilang, kita hanya menutupnya untuk
sementara waktu saja.
Saya sendiri seorang hikikomori...Yah, karena ciri-ciri tersebut sesuai dengan kehidupan sehari-hariku.Tapi sekarang hidupku sedikit demi sedikit mulai sembuh dari gejala hikikomori (cuma sedikit), mungkin penyebabnya karena keinginanku yang ingin dekat dengan orang yang kusuka,yaitu teman sekelasku (walaupun kami satu kelas,tetap saja saya susah untuk ngobrol dengannya di dunia nyata). Buat para pembaca, doakan yah mudah-mudahan aku bisa dekat dengan teman kelas yang kusukai itu.
Minna-san, Onegaishimasu! ^_^
Sumber : Berbagai sumber